kutemukan sebuah asa persatuan
Dalam denyut jantung bergeming nada konstan
meluas di serambi hati dalam ritme seloka
bibir kelu tak mampu berucap
tetes air mata mengikis parau tangguhnya dinding
dinding yang tak pernah peka untuk di sapa
semua keteraturan adalah fatamrgana keniscayaan
senyum tipis mentari menyaksikan
bulan dan bintang yang sedang berbisik
mereka juga melihatnya
burung-burung yang ber-empati
merobek daun paras lembut nan hijau
ah . . .
dunia ini . . . .
mengapa mereka begitu bahagia. ...